NH

Minggu, 25 Agustus 2013

Komunikasi Darurat Bencana



Komunikasi Darurat Bencana


Dalam keadaan darurat/bencana para anggota RAPI sebagai operator KRAP yang sedang menjalankan tugas Bankom ( baca : Bantuan Komunikasi ) dituntut untuk terampil dalam mempergunakan alat komunikasi, dalam hal ini adalah HT ( Handy Transciever ) yang diupayakan digunakan dengan se-efisien dan se-efektif mungkin.
Untuk itulah ada hal-hal yang perlu diperhatikan bagi para operator KRAP dalam melaksanakan tugas Bankom darurat/bencana, yaitu :





ü Utamakan Keselamatan Diri

Selama melaksanakan tugas Bankom darurat/bencana, sebagai operator KRAP jagalah kesehatan dan utamakan keselamatan diri Anda dengan cara beristirahat cukup dan menjaga asupan makanan / minuman dalam batas konsumsi minimal sesuai kebutuhan Anda. Anda tidak bisa menolong orang lain, Apa bila kondisi kesehatan Anda tidak memadai.


ü Spesifikasi Radio

HT ( Handy Transciever ) adalah alat komunikasi yang selalu digunakan dalam tugas Bankom darurat/bencana, Akan lebih baik lagi apabila Anda menggunakan HT yang tahan benturan, tahan air ( waterproof ), atau bahkan tahan jika ditenggelamkan ( submersible ). Ada juga HT jenis tertentu yang apabila jatuh ke air akan terapung. Apabila HT Anda belum tahan air ( waterproof ), siapkan cadangan plastik zip ganda –dapat dibeli di supermarket atau toko computer-- untuk melindungi HT, baterai cadangan, dompet, dan arloji, apabila terpaksa harus mencebur ke air.

ü Frekuensi Harus Bersih

Frekuensi untuk kegiatan tugas Bankon darurat/bencana harus diupayakan dalam keadaan bersih dari gangguan, dan hanya digunakan untuk informasi yang penting dan darurat. Apabila tidak ada informasi penting dan darurat akan lebih baik bila stand by atau monitor saja, namun harus selalu siap jika sewaktu-waktu dipanggil.


ü Antena HT

Anda cukup menggunakan antena standart apabila komunikasi melalui fasilitas repeater/Radio Pancar Ulang, namun dalam kondisi darurat/bencana repeater/Radio Pancar Ulang terpaksa mati karena kerusakan, HT ( Handy Transciever ) yang Anda gunakan hanya bermanfaat untuk komunikasi poin to poin dengan jarak jangkauan pendek antara 2-3 KM, itu pun harus dengan antena teleskopik 5/8 lambda, panjang kurang lebih 0,9 – 1,2 M.

ü Baterai

Baterai adalah hal paling penting dalam melaksanakan tugas Bankom darurat/bencana, karena listrik dalam keadaan terjadi bencana biasanya padam, padahal tanpa listrik alat komunikasi base station tidak ada artinya. Fungsinya akan digantikan oleh HT sebagai alat komunikasi cadangan dalam keadaan darurat.
Anda harus menyiapkan atau menggunakan battery case yang bisa diisi dengan battery biasa; kemudian siapkanlah juga cadangan battery alkaline dalam jumlah cukup untuk komunikasi aktif selama 3 hari. Mengapa memilih battery alkaline? Karena battery alkaline lebih lama tahan disimpan, dan lebih tahan lama ketika digunakan. Akan lebih baik apabila juga menyiapkan battery rechargable cadangan yang sudah terisi penuh, namun battery  case dan battery alkaline lebih praktis karena baterai dapat dipinjamkan atau diberikan ke sesama relawan.


ü Hemat Baterai 

Dalam situasi darurat/bencana sedapat mungkin Anda tidak berharap kepada listrik, maka harus mennggunakan sumber daya seefisien mungkin, caranya antara lain dengan menaikkan antena setinggi mungkin, atau mencari tempat yang lebih tinggi untuk mencapai jarak jangkauan yang lebih jauh, lebih baik memonitor frekuensi yang memiliki signal besar daripada menaikkan power radio, usahakan tidak membuka penuh squelch dan membesarkan volume audio yang memaksa HT Anda mengkonsumsi daya baterai lebih banyak; usahakan meminimalisir transmit kecuali untuk berita yang sangat penting dan darurat yang menyangkut keselamatan jiwa.


ü Power

Berkomunikasi pada keadaan darurat/bencana seorang operator KRAP harus pandai-pandai mensiasati keadaan darurat yang dialami. Umumnya operator KRAP akan mengoperasikan perangkat komunikasinya dengan jenis HT ( Handy Transciever ) yang hanya menggunakan power transmit yang lemah ( low power ), hal tersebut disebabkan karena tidak adanya pasokan listrik.


ü Me-relay Berita Darurat

Kondisi darurat/bencana menuntut para operator KRAP terampil dalam mendayagunakan apa yang ada. Dikarenakan base station lumpuh, repeater padam, cara efektif untuk penyapaian berita darurat adalah dengan cara me-relay
berita, yaitu : dengan cara mencatat berita, sumber berita, penanggung jawab berita, pe-relay berita dengan lengkap, kemudian meneruskan berita secara verbatim ( apa adanya, huruf demi huruf, tanpa interpretasi ) meskipun Anda tidak terlalu memahami makna berita tersebut,  Hal tersebut penting sekali, mengingat mungkin Anda tidak tahu arti pesan dalam suatu berita, misalnya berita dengan istilah medis atau sandi polisi/intelijen, yang apabila Anda interpretasikan justru akan menyimpangkan arti berita tersebut.

ü Hindari Berita Tidak Jelas

Seorang operator KRAP dilarang menyampaikan berita yang bersumber tidak jelas seperti : katanya, yang saya dengar, kalau tidak salah dengar tarkandung arti berita yang simpang-siur tanpa kepastian. Adalah tugas operator KRAP untuk membantu menghentikan berita yang tidak jelas tersebut. Apabila seorang operator KRAP hendak menyampaikan berita penting dan darurat dapat menghentikan pembicaraan pada frekuensi dengan isyarat break atau interupsi guna mendapatkan perhatian dari Net Control Station dengan menyebutkan 10.28, 10.20 dan menyampaikan berita secara singkat dan jelas.

Disadur dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar